Paralimpiade Tunanetra Ditabrak Bus Self-Driving Di Perkampungan Atlet Di Tokyo
Othersports

Paralimpiade Tunanetra Ditabrak Bus Self-Driving Di Perkampungan Atlet Di Tokyo

Seorang pria tunanetra ditabrak oleh bus yang mengemudi sendiri di desa Paralimpiade di Tokyo, penyelenggara mengatakan Jumat, menambahkan kecelakaan itu tidak meninggalkan “cedera eksternal.” Kecelakaan itu terjadi pada Kamis sore, menurut penyelenggara dan Toyota, yang mengembangkan bus antar-jemput otonom yang digunakan di kompleks itu. Dikatakan telah menangguhkan operasi kendaraan setelah kecelakaan itu, di mana salah satu bus listriknya “melakukan kontak dengan pejalan kaki yang tunanetra” di penyeberangan pejalan kaki.

“Kami sangat meminta maaf kepada mereka yang menderita luka-luka. Kami sepenuhnya bekerja sama dengan polisi dalam kasus ini,” tambah perusahaan itu.

Tokyo 2020 mengatakan pria yang ditabrak bus menjalani “pemeriksaan penuh” dan “tidak ada cedera eksternal yang diidentifikasi.”

“Layanan bus antar-jemput di Desa telah dihentikan sementara dan operasi akan dilanjutkan segera setelah dianggap aman untuk melakukannya,” tambah penyelenggara.

Baik Tokyo 2020 maupun Toyota tidak mengidentifikasi orang yang ditabrak kendaraan, tetapi beberapa media lokal menyebut pejalan kaki yang terluka sebagai judoka Jepang Aramitsu Kitazono.

Media lokal mengatakan atlet berusia 30 tahun itu terjatuh dan akan membutuhkan dua minggu untuk pulih dari cederanya, dengan penyiar publik NHK melaporkan bahwa dia akan melewatkan pertandingannya pada hari Sabtu karena “kondisi fisiknya yang buruk”.

Pelatihnya mengatakan dia membuat keputusan setelah berbicara dengan Kitazono dan berkonsultasi dengan dokter yang merawatnya, tambah laporan itu.

Harian Asahi Shimbun Jepang mengatakan dua operator bus — yang berada di kapal untuk mengawasi operasi otonom — mengatakan mereka memperhatikan atlet tersebut, tetapi mengira dia akan berhenti berjalan saat bus mendekat.

Harian Mainichi Shimbun mengatakan bus secara otomatis berhenti tetapi operator menekan tombol start karena mereka tidak berpikir pejalan kaki akan keluar ke jalan.

Lima penumpang naik tetapi tidak ada yang terluka, kata Asahi, menambahkan bahwa pejalan kaki tidak memegang tongkat dan ada penjaga kontrol lalu lintas di persimpangan.

Dipromosikan

Ribuan atlet dan ofisial tim tinggal di Desa Paralimpiade untuk Olimpiade yang ditunda karena virus yang dimulai pada hari Selasa.

Bus self-driving juga digunakan di perkampungan atlet selama Olimpiade.

Topik yang disebutkan dalam artikel ini

Posted By : totobet